Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Benarkah Transfer Pertengahan Musim Selalu Berakhir Buruk?

Benarkah Transfer Pertengahan Musim Selalu Berakhir Buruk?

Transfer di pertengahan musim memang kerap diasosiasikan dengan hasil-hasil yang buruk. Banyak klub besar yang mengalaminya dan bahkan terus berulang sampai hari ini. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kenapa masa-masa ini sangat sulit untuk melakukan transfer pemain. Pertama-tama, stok pemain yang disediakan selama bursa tidak terlalu menjanjikan. Sangat sedikit pemain potensial yang bisa dibeli oleh klub-klub yang berminat. Sementara itu, jika ada yang tersedia pun harganya pasti sangat tinggi.

Benarkah Transfer Pertengahan Musim Selalu Berakhir Buruk?

Benarkah Transfer Pertengahan Musim Selalu Berakhir Buruk?

Penyebab lainnya adalah waktu yang sangat mepet untuk melakukan adaptasi paska pembelian. Kehadiran pemain baru di tengah-tengah musim memang sering menyebabkan yang bersangkutan kesulitan menyesuaikan diri dengan padatnya jadwal dan atmosfir tim. Tapi apa benar bahwa bursa transfer di pertengahan musim selalu menciptakan hasil buruk? Buktinya, banyak pula yang sukses dengan pembelian di masa-masa ini.

Pembelian Sukses

Contoh pertama yang wajib kita ingat adalah pembelian Suarez oleh Liverpool di tahun 2011. Ia dikontrak untuk lima setengah tahun dengan nilai sebesar 22,8 juta Pounds. Waktu itulah ia mencatatkan rekor sebagai pemain termahal yang pernah dibeli oleh Liverpool. Bersama The Reds, ia benar-benar membuktikan kapasitasnya sebagai pemain mahal dengan rekor penampilan 110 kali dan 69 gol. Debutnya juga dilakukan dengan sangat memuaskan ketika mencetak gol perdana melawan Stoke City. Hingga kini, sebagian pendukung Liverpool pun masih merindukan kehadiran dirinya di Anfield.

Liverpool juga sukses dengan pembelian pada Javier Mascherano. Tahun 2007, ia direkrut dari West Ham dan langsung mengawali debut melawan Sheffield United. Penampilannya sangat bagus denga bukti berbagai pujian dari Gerrard dan Benitez. Ia juga menjadi salah satu sosok penting dari pertandingan fenomenal Liverpool saat melawan AC Milan di final Champions.

Chelsea mendatangkan Branislav Ivanovic dari Lokomotiv pada tahun 2008. Hasil transaksi tersebut dimenangkan setelah sebelumnya bersaing dengan Juventus dan AC Milan. Awalnya, ia sering tak mendapatkan kesempatan bermain sebagai skuad utama. Namun semuanya tinggal menunggu waktu saja karena ia akhirnya bisa membuktikan kapasitas sebagai seorang pemain belakang tangguh yang masih diandalkan hingga saat ini.

Kesuksesan MU

Tahun 2006, MU mendatangkan Evra dari AS Monaco. Pemain berkebangsaan Prancis ini adalah sosok penting di masa Ferguson. Ia adalah bek tangguh yang turut membangun dominasi MU di Inggris dan Eropa. Selama 273 laga, ia telah meraih 1 gelar Champions dan 5 gelar juara liga. MU juga pernah sukses dengan melakukan pembelian pada Nemanja Vidic. Ia dibeli dari Spartak Moscow pada 2005 bernilai 7 juta Poundsterling. Setahun berikutnya, MU sukses menggaet trofi yang sekaligus jadi gelar perdana Vidic.

Dari luar Inggris, banyak pula klub yang sukses dengan masa-masa bursa transfer di pertengahan musim. Salah satunya adalah Sevilla yang pernah membeli Ivan Rakitic dari Schalke pada tahun 2011. Kontrak tersebut bernilai 2,5 juta Euro. Pada pertandingan perdananya, Rakitic sukses dengan penampilan maksimal melawan Malaga. Dalam ajang Liga Eropa 2013/2014, ia menyandang kehormatan sebagai pemain terbaik di laga final.

Musim dingin 2004, Barcelona mendatangkan Edgar Davids dari Juventus. Reputasinya di klub Serie A itu memang tak terbantahkan. Namun ketika dipinjamkan ke Catalan, banyak yang mengira bahwa transaksi itu tak akan berjalan sukses. Tapi ia mencatatkan sebuah sejarah baru bagi masa depan Barcelona. Meski cuma tampil hingga selesainya musim, ia sering disebut sebagai salah satu sosok penting yang mengantarkan Barcelona pada jajaran klasemen atas. Davids adalah bagian dari generasi baru Barcelona yang kelak akan mendominasi Spanyol dan Eropa.

Seterunya, Real Madrid juga sukses melakukan pembelian pada Gonzalo Higuain. Tahun 2006, ia akhirnya resmi bergabung di sana. Ia dibeli dari River Plate dengan nilai kontrak sebesar 12 juta Euro. Bermain di Real Madrid semakin menajamkan permainannya. Ia telah tampil berkali-kali sebagai salah satu pemain inti di sana. Sampai hari ini, sudah 107 gol yang ia ciptakan dalam berbagai ajang kompetisi. Nah, apakah pada masa bursa di pertengahan musim ini juga bakal ada banyak hasil serupa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *