Liverpool Harus Bermain Konsisten Agar Dapat Bersaing Di Papan Atas Liga Primer Inggris

Liverpool Harus Bermain Konsisten Agar Dapat Bersaing Di Papan Atas Liga Primer Inggris – Berita tentang bola menjadi sesuatu yang wajib diikuti oleh para penggemar dan suporter sepakbola. Kemajuan teknologi yang menyebabkan penggemar sepakbola menonton pertandingan secara langsung melalui layar televisi ternyata meningkatkan popularitas dan juga fanatisme penggemar sepakbola pada tim atau klub tertentu. Kini telah ada banyak perkumpulan suporter klub sepakbola populer dunia di tanah air. Bahkan beberapa klub telah membuat situs berbahasa Indonesia guna menjadi lebih banyak suporter yang berasal dari negara kita. Salah satunya adalah Liverpool; klub dari Inggris ini sepertinya menyadari potensi Indonesia sebagai tempat untuk menjadi penggemar dalam jumlah banyak. Atas alasan itulah Liverpool menggandeng maskapai penerbangan Garuda Indonesia sebagai salah satu partner resmi sehingga logo Garuda Indonesia melekat di rompi dan pakaian untuk latihan tim Liverpool.

Liverpool Harus Bermain Konsisten Agar Dapat Bersaing Di Papan Atas Liga Primer Inggris

Liverpool Harus Bermain Konsisten Agar Dapat Bersaing Di Papan Atas Liga Primer Inggris

Kebangkitan Liverpool Musim Ini

Liverpool sempat mengalami awal musim yang buruk sehingga pihak manajemen klub memecat manajer tim Brendan Rodgers dan menunjuk mantan manajer Borussia Dortmund Jurgen Klopp sebagai manajer baru the Reds. Kedatangan Klopp dengan segera memicu transformasi tim Liverpool dan memperlihatkan efek positif. Skuad yang disebut – sebut kurang memenuhi syarat dan keinginan Brendan Rodgers dikembangkan menjadi skuad yang tangguh dan mampu bersaing dengan klub – klub kuat di Liga Primer Inggris. Peningkatan kepercayaan diri dan juga filosofi sepakbola yang berbeda membuat Liverpool di tangan Jurgen Klopp menjadi tim yang berani bermain ofensif dan tidak takut diserang oleh tim lawan.

 

Kemenangan besar 4 – 1 di kandang Manchester City merupakan kejutan. Kekuatan skuad dan momentum kubu Manchester City harus diakui lebih baik dari Liverpool. Daniel Sturridge yang disebut – sebut sebagai pemain lini depan terbaik yang dimiliki Liverpool bahkan belum dapat dimainkan penuh pada pertandingan tersebut. Di sisi lain; Manuel Pellegrini telah dapat memainkan Sergio Aguero setelah pulih dari cedera. Masalah cedera yang dialami kapten Vincent Kompany menjadi titik lemah yang dimiliki oleh kubu Manchester City. Hanya saja Pellegrini masih memiliki bek tengah tangguh sekelas Eliaquim Mangala, Nicholas Otamendi dan Martin Demichelis. Kejutan terjadi setelah Pellegrini tidak memainkan Otamendi dan memasang duet Mangala dan Demichelis di jantung pertahanan. Hal itulah yang sukses dimanfaatkan Liverpool dengan memainkan sepakbola cepat dengan umpan pendek ketika keluar dari tekanan dan mengambil alih penguasaan bola.

 

Kemenangan 6 – 1 atas Southampton di Carling Cup menjadi kejutan lain yang dilakukan tim Liverpool. Ekspektasi untuk menang memang ada dan tinggi; hanya saja mengingat kekuatan lawan dan bermain di kandang lawan maka kemenangan 6 – 1 menjadi sebuah kejutan luar biasa. Hatrik Divock Origi dan 2 gol Daniel Sturridge memperlihatkan potensi serangan yang dimiliki Liverpool. Kemenangan dan gaya bermain yang diperlihatkan Liverpool sempat memicu kecemburuan para suporter Manchester United yang bersedih karena tim kesayangan mereka bermain monoton di bawah arahan Louis Van Gaal meski efektif dalam mengumpulkan poin demi poin.

 

Konsistensi Masih Menjadi Masalah Liverpool

Meski tampil beringas saat melawan tim kuat; Liverpool seringkali gagal memperlihatkan permainan terbaik ketika melawan tim lemah. Kekalahan 1 – 2 di Anfield saat menjamu Crystal Palace memperlihatkan kegagalan anak asuh Jurgen Klopp tampil konsisten. Pada saat ekspektasi tinggi dan juga semangat para suporter tengah tinggi; kalah di kandang menjadi sebuah pukulan yang dirasakan Jurgen Klopp dan juga para suporter The Reds.

 

Liverpool Harus Bermain Konsisten Agar Dapat Bersaing Di Papan Atas Liga Primer Inggris – Kekalahan 0 – 2 dari Newcastle United menjadi bukti ketidakmampuan Liverpool bermain konsisten ketika menghadapi tim lemah. Berkat kemenangan tersebut; Newcastle United meraih kemenangan ketiga mereka musim ini. Liverpool memang kurang beruntung pada pertandingan di Saint James Park tersebut. Sebuah gol bunuh diri dari Martin Skrtel yang membelokkan bola tendangan Georginio Wijnaldum  ke gawang Simon Mignolet dan gol Alberto Moreno yang dianulir menjadi penanda nasih sial Liverpool pada pertandingan tersebut. Satu gol tambahan dari Wijnaldum di menit 90 menutup pertandingan yang menyakitkan bagi tim tamu. Liverpool memang gagal menemukan ritme permainan yang selama ini mereka tampilkan; penggantian Roberto Firmino dan Christian Benteke dengan Adam Lallana dan Daniel Sturridge juga tidak memberi banyak perubahan sehingga kubu Liverpool harus rela pulang tanpa poin. Penggemar sepakbola khususnya Liverpool sepertinya wajib mengetahui perkembangan tim, kondisi pemain dan jadwal pertandingan melalui semua sumber berita tentang bola.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *